PENGOLAHAN HASIL SAMPING SAYURAN
April 05, 2020PENGOLAHAN HASIL SAMPING SAYURAN
Pengertian bahan pangan hasil
samping sayuran adalah bagian tanaman sayuran yang biasanya tidak
dimasak, namun masih bisa di manfaatkan. Sebagaimana pada bahasan sebelumnya tentang pengolahan makanan dan minuman dari bahan sayuran, dijelaskan bahwa hanya bagian tertentu dari sayuran yang digunakan sebagai bahan pengolahan, sehingga masih terdapat bagian lain yang belum dimanfaatkan. Oleh karena itu kali ini akan dipaparkan bagaimana memanfaatkan bagian sayuran yang tersisa untuk diolah kembali.
A.
Kandungan dan Manfaat Beberapa Hasil Samping Sayuran
Menurut hasil penelitian, hasil samping sayuran yang masih bisa dimanfaatkan antara lain :
Menurut hasil penelitian, hasil samping sayuran yang masih bisa dimanfaatkan antara lain :
- Kulit bawang Kulit bawang mengandung quercetin, yakni sebuah senyawa yang dapat membantu menurunkan tekanan darah dan mendukung sistem kekebalan tubuh atau antioksidan yang sangat tinggi. Di samping itu, quercetin juga dapat mengurangi peradangan, melawan alergi dan dapat mencegah penyakit jantung koroner. Antioksidan dalam kulit bawang akan larut ke dalam makanan dan membuatnya lebih sehat.
- Batang brokoli Sayur brokoli yang biasa dikonsumi adalah bunganya. Oleh karena itu,batang dan daun bunganya merupakani hasil samping sayur brokoli. Batang brokoli masih dapat dimakan dengan mengupas sedikit bagian yang keras dari batangnya. Daun brokoli dapat dimasak sop seperti kubis atau dibuat jus sayuran. Sedangkan batangnya bisa diolah sebagai acar atau ditumis. Daun brokoli mengandung karotenoid, merupakan sumber vitamin A, yang memiliki sifat mencengah kanker
- Tangkai daun wortel Wortel dan bagian-bagian lainnya memiliki kandungan nutrisi yang penting bagi tubuh.Tangkai daun hijau pada wortel adalah hasil samping dari sayuran wortel. Biasanya tangkai daun hijau pada wortel tidak digunakan, namun ternyata masih bisa dimanfaatkan. berikut ini adalah salah satu pengolannya Tangkai hijau daun pada wortel mengandung banyak nutrisi yaitu memiliki banyak antioksidan yang baik untuk untuk kesehatan Daun hijau kaya akan kalsium, magnesium, niasin, zat besi, seng, vitamin B, vitamin K, serta antioksidan yang baik untuk kesehatan. Kandungan tersebut membantu melawan kanker usus besar dan memperkuat tulang. Kandungan wortel dan sayuran lain bisa di dibaca pada bab Jenis sayur bergizi dan lezat . Kita bisa memasak daun hijau menjadi sayuran, dicampur dengan bawang putih, minyak zaitun, kacang tanah, garam, dan keju
- Kulit kentang Nutrisi kentang paling banyak terletak pada bagian bawah kulitnya. Oleh karenanya, ahli gizi menyarankan jika mengupas kulit kentang setipis mungkin agar kandungan gizinya tidak banyak terbuang. Bagian kulit kentang kaya akan asam klorogenik, yaitu polifenol yang mencegah mutasi sel yang mengarah pada kanker. Asam klorogenik berfungsi sebagai antioksidan yang dapat menetralkan radikal bebas yang berpotensi menjadi obat kanker alami. Selain itu, kulit kentang banyak mengandung serat larut, potasium, zat besi, fosfor, seng, kalsium, kalium, vitamin A, B, dan C.
- Kulit melinjo Tanaman melinjo yang biasa dimanfaatkan adalah daun dan bijinya. Biji melinjo umumnya dibuat emping. Biji melinjo mengandung antioksidan tinggi untuk mencegah radikal bebas seperti penyakit kanker dan jantung.
- Daun dan batang talas Talas termasuk tanaman sayuran umbi yang memiliki banyak manfaat.Hampir semua bagian dari talas dapat dimanfaatkan sebagai olahan pangan untuk dikonsumsi atau sebagai obat.
![]() |
| Kulit bawang |
Kulit bji melinjo merupakan limbah yang tidak dimanfaatkan. Namun berdasarkan hasil penelitian, kulit melinjo mengandung energi yang tinggi, karbohidrat, protein, lemak, kalsium, fosfor, vitamin A, B1, dan C. Selain itu, kulit melinjo juga menghasilkan ekstrak anti asam urat. Jika biji melinjo akan menyebabkan sakit asam urat, namun kulit melinjo merupakan obat asam urat. Kadar energi yang tinggi sangat baik untuk dijadikan sumber minuman dengan glukosa tinggi
Hasil samping talas adalah daun, batang dan akar talas. Daun dan batang dapat dimanfaatkan sebagai olahan produk pangan yang menunjang kesehatan tubuh, namun akar talas lebih banyak dibuat sebagai obat. Kandungan nutrisi yang terdapat pada daun talas seperti polifenol, protein, karbohidrat, lemak, kalsium, fosfor, zat besi dan juga beberapa vitamin A, B1 dan C yang dapat melancarkan pencernaan.
![]() |
| Tangkai dan daun talas |
Sedangkan tangkai daun talas mengandung saponin. Tangkai dapat menimbulkan rasa gatal. Untuk menghilangkan rasa gatal tersebut, kupas kulit batang talas hingga bersih dan potong-potong dengan ukuran sedang, lalu rebus dalam air mendidih hingga masak, kemudian tiriskan. Tidak sembarang batang talas yang bisa dibuat olahan pangan, biasanya jenis pohon talas bogor (Colocasia Giganteum Hook dan Colocasia Esculenta ) yang bisa dimanfaatkan sebagai produk olahan pangan.
B. Teknik
Pengolahan Pangan
Setelah dibahas sebelumnya tentang teknik pengolahan pangan, bahwa pengolahan pangan dibedakan menjadi 2, yaitu teknik pengolahan pangan panas basah (moist heat) dan teknik pengolahan pangan panas kering (dry heat cooking).
Teknik pengolahan pangan panas basah (moist heat) menggunakan bahan dasar cairan untuk mematangkan makanannya dengan tidak melebihi suhu didih. Teknik pengolahan pangan panas basah antara lain teknik merebus (boiling), teknis merebus menutup bahan pangan (poaching), teknik merebus dengan sedikit cairan (braising), teknik menyetup/menggulai (stewing), teknik mengukus (steaming), teknk mendidih (simmering), teknik mengetim.
Teknik pengolahan pangan panas kering (dry heat cooking) mengolah pangan tanpa bantuan bahan dasar cairan untuk mematangkannya. Teknik pengolahan pangan panas kering terdiri atas teknik menggoreng dengan minyak banyak (deep frying), teknik menggoreng dengan minyak sedikit (shallow frying), teknik menumis (sauting), teknik memanggang (baking), teknik membakar (grilling).
Teknik mengolah sayuran perlu dipelajari agar sayuran yang diolah tetap menghasilkan warna yang cerah. Sayuran yang terlalu matang warnanya akan terlihat kurang menarik. Salah satu teknik agar menghasilkan olahan pangan sayuran yang memiliki kematangan baik dan warna cerah dengan cara mengukus sayuran dan jangan direbus. Dengan dikukus sayuran akan tetap terlihat segar, rasanya renyah dan memberikan tampilan hidangan yang menarik.
Setelah dibahas sebelumnya tentang teknik pengolahan pangan, bahwa pengolahan pangan dibedakan menjadi 2, yaitu teknik pengolahan pangan panas basah (moist heat) dan teknik pengolahan pangan panas kering (dry heat cooking).
Teknik pengolahan pangan panas basah (moist heat) menggunakan bahan dasar cairan untuk mematangkan makanannya dengan tidak melebihi suhu didih. Teknik pengolahan pangan panas basah antara lain teknik merebus (boiling), teknis merebus menutup bahan pangan (poaching), teknik merebus dengan sedikit cairan (braising), teknik menyetup/menggulai (stewing), teknik mengukus (steaming), teknk mendidih (simmering), teknik mengetim.
Teknik pengolahan pangan panas kering (dry heat cooking) mengolah pangan tanpa bantuan bahan dasar cairan untuk mematangkannya. Teknik pengolahan pangan panas kering terdiri atas teknik menggoreng dengan minyak banyak (deep frying), teknik menggoreng dengan minyak sedikit (shallow frying), teknik menumis (sauting), teknik memanggang (baking), teknik membakar (grilling).
Teknik mengolah sayuran perlu dipelajari agar sayuran yang diolah tetap menghasilkan warna yang cerah. Sayuran yang terlalu matang warnanya akan terlihat kurang menarik. Salah satu teknik agar menghasilkan olahan pangan sayuran yang memiliki kematangan baik dan warna cerah dengan cara mengukus sayuran dan jangan direbus. Dengan dikukus sayuran akan tetap terlihat segar, rasanya renyah dan memberikan tampilan hidangan yang menarik.
C.
Penyajian dan Pengemasan
Pada prinsipnya penyajian dan pengemasan
harus sesuai dengan kebutuhan dan fungsi dari produk olahan pangan. Selain
kualitas dari olahan pangan, tampilan dari penyajian dan pengemasan akan
memberikan karakter pada olahan pangan dan memberikan prospek ekonomi yang
menguntungkan.
Selain itu fungsi dari pengemasan suatu
produk olahan pangan adalah untuk melindungi isi produk olahan pangan dari
berbagai risiko dari luar, misalnya perlindungan dari sinar panas
matahari, udara dingin, bau dan pencemaran atau kontaminasi
bakteri/mikroorganisme.
D.
Tahapan Pembuatan Olahan Hasil Samping Sayuran
Untuk menghasilkan sebuah produk
olahan yang berkualitas baik maka perlu dipersiapkan tahapan-tahapan
pengolahan yangbaik juga.Tahapan-tahapan yang dimaksud
adalah :
- Perencanaan Perencanaan meliputi identifikasi kebutuhan, alasan dan ide / gagasan.
- Pelaksanaan a. Persiapan (yaitu merancang, seleksi/mendata bahan dan alat, presentasi rancangan dan rencana kerja)
- Penyajian / pengemasan Penyajian makanan merupakan suatu cara untuk menyuguhkan makanan agar menarik perhatian.
- Evaluasi Analisis/evaluasi produk dari guru, teman dan penjualan produk
b. Proses Pembuatan (yaitu pemotongan bahan, mencampur dan mengolah bahan)
Kemasan makanan adalah kegiatan penempatan produk makanan ke dalam wadah tertentu
MEMBUAT KENTANG BALADO
Prakarya







