PENGOLAHAN TANAMAN PANGAN

Pengolahan serealia, kacang-kacangan dan umbi  dilakukan melalui 4 tahap yaitu :

 1.

 

 Perencanaan

  1. Identifikasi kebutuhan(menganalisis kebutuhan pengolahan pangan berdasarkan kondisi lingkungan kelas/kelompok/ keluarga saat ini) 
  2. Ide gagasan (membuat rencana /merancang suatu pembuatan pengolahan pangan sesuai dengan hasil identifikasi kebutuhan)

 2.

 

 Pelaksanaan

  1. Persiapan (merencanakan pembelian bahan sesuai kebutuhan, alat dan pengolahan pangannya/ pembuatannya mulai dari pengupasan/pencucian bahan)
  2. Proses pembuatan, keselamatan kerja dan hal khusus lainnya

 3.

 

 Penyajian

  1. Menyiapkan wadah penyajian dan estetikanya
  2. Membuat  kemasan dengan memperhatikan estetika & kesehatan

 4.

 

 Evaluasi

  1. Merasakan hasil/produk pengolahan pangan
  2. Mengevaluasi seluruh proses atau setiap tahapan pembuatan pengolahan sebagai bahan perbaikan

Berikut ini diuraikan beberapa contoh olahan pangan serealia, kacangkacangan dan umbi menjadi makanan pokok dan khas daerah Indonesia.

 1. Pengolahan Serealia  
 

a.

 

 

Beras

Produk olahan beras biasanya diolah menjadi makanan nasi putih, baik itu dengan cara diaron lalu dikukus ataupun dimasak dengan rice cooker. Selain nasi putih, beras juga biasanya diolah dengan beberapa variasi, misalnya nasi uduk, nasi kuning, nasi goreng, nasi kebuli, dan lain-lain.

Nasi uduk

Alat dan bahan : 

Bahan : Beras, 

Alat : baskom, centong kayu, panci untuk mengaron, dandang atau rice cooker untuk menanak nasi

askom, centong kayu, panci untuk mengaron, dandang atau rice cooker
Sumber gambar : Dok. Kemdikbud



 

b.

 

 

Jagung

Nasi jagung menjadi makanan pokok khas penduduk Madura. Nasi jagung sama halnya dengan nasi putih biasa dimakan dengan lauk-pauk lainnya. Sajian nasi jagung biasanya ditemani lauk ikan asin dan rempeyek teri dengan sayur urap, tumis terong, tumis lodeh atau tumis cabe hijau.

Nasi jagung


Proses pengolahan pangan nasi jagung tidak jauh berbeda dengan memasak nasi putih biasa. Alat yang digunakan sama dengan alat untuk memasak nasi, tetapi bahannya berbeda yaitu beras jagung, beras dan air. Proses pengolahan beras jagung pun sama dengan cara menanak nasi.

     

2.

Pengolahan Kacang-kacangan

 

a.

 

Kacang tanah

Kacang tanah dibuat makanan camilan seperti kacang rebus, kacang goreng, biskuit dari bahan kacang, dan juga sebagai saus/bumbu dari suatu olahan pangan seperti bumbu kacang untuk gado-gado, bumbu pecel untuk sayuran pecel, dan bumbu siomay dari olahan pangan siomay

Kacang rebus

 

b.

 

Kacang hijau

Kacang hijau dapat diolah menjadi berbagai macam makanan kudapan. Olahan pangan tradisional dari bahan kacang hijau yang sudah dikenal masyarakat adalah pia, yang rasanya manis gurih. Selain itu, ada makanan kacang hijau yang sangat digemari tua muda sebagai sarapan pagi yaitu bubur kacang hijau.

Bubur kacang hijau



3.

 

 

Pengolahan Umbi  

Umbi-umbian (ubi kayu/singkong, ubi jalar, talas maupun kentang) diolah dengan cara direbus atau dikukus. Namun, jika pengolahan pangan sebagai kudapan sore hari dari umbi-umbian variasinya lebih banyak

 

 a.

 

 Tiwul

1.

 

 

Pererencanaan

  • Identifikasi Kebutuhan

Pada masa panen singkong yang melimpah, membuat masyarakat di daerah tersebut mencari alternatif makanan pokok dari ubi kayu/singkong

  • Ide / Gagasan

Membuat “tiwul” sebagai makanan pokok pengganti beras yang dibuat dari tepung gaplek (singkong yang dikupas lalu dijemur hingga kering, kemudianditumbuk menjadi tepung).

2.

 

Pelaksanaan

 a  Persiapan
 

 a.

 

 Bahan

Bahan terdiri dari tepung ubi, gula jawa dan air

Sumber : http://www.kratonpedia.com, http://my-lovely-sister.blogspot.com, http://tokogulajawa.blogspot.com  

 

 b.

 

 Alat

Alat yang diperlukan untuk mengolah tiwul antara lain ;Tampah, kukusan, dandang, tungku

Sumber: http://prinxmas.jogjaplaza.com, http://hobyjepret.blogspot.com, http://www.tembi.net, dan http://budaya-indonesia.
org/
  

b. Proses pembuatan
   1. Tepung ubi jalar/singkong diberi campuran air dan gula jawa
   2. Aduk tepung bercampur dengan air gula jawa dengan tangan hingga merata
   3. Aduk terushingga tepungdan air gulajawa bercampurmenjadi adonanbahan butirankasar & halus
   4. Adonan bahan kemudian diayak, untuk memisahkan butiran halus dan kasa
   5. Adonan bahan tiwul dimasukkan dalam kukusan. Beri lubang ditengah adonan agar uap air bisa keluar.
   6. Kukus di atas tungku dengan kayu bakar atau kompor selama 30 menit
   7. Siapkan piring dan daun pisang di atasnya, tutup permukaan kukusan kemudian balikan. Tiwul hangat tertuang rapi di atas piring dan siap disantap

3.

 

Pengemasan/penyajian

Tiwul disajikan dengan piring anyaman bambu ataupun piring makan biasa.


Penyajian tiwul

4.

 

Evaluasi

Pada akhir pembuatan pengolahan pangan tiwul, ujilahhasilnya dengan cara mencoba/merasakan masakanmu. Jika adayang kurang sesuai buatlah catatan evaluasinya sebagai bahanmasukkan dan bahan perbaikan nantinya.