KERAJINAN KAYU
Februari 11, 2026Kerajinan Bahan Kayu: Kreatif, Kontekstual, Berkelanjutan
Mengolah kayu menjadi produk bernilai melalui pendekatan Problem Based Learning dan Deep Learning. Tumbuhkan inspirasi, pahami proses, ciptakan solusi.
Daftar Isi
Tujuan Pembelajaran
- 1 Menganalisis potensi kayu sebagai bahan kerajinan keras alam di lingkungan sekitar.
- 2 Mendesain produk kerajinan kayu berdasarkan identifikasi masalah nyata (limbah kayu, ekonomi kreatif).
- 3 Menerapkan teknik produksi (ukir, bubut, sambung) dengan mempertimbangkan ergonomi dan estetika.
- 4 Mengembangkan jiwa wirausaha dan kesadaran ekologis melalui produk ramah lingkungan.
Problem Based Learning: Tantangan Nyata
Fenomena: Di desa sekitar kita, banyak tumpukan kayu sisa konstruksi dan limbah palet. Sebagian dibakar, sebagian dibiarkan lapuk. Padahal, kayu-kayu tersebut masih kuat dan memiliki serat menarik.
Rumusan Masalah: “Bagaimana memanfaatkan limbah kayu palet dan potongan kayu menjadi produk kerajinan fungsional yang memiliki nilai jual tinggi, serta dapat menjadi peluang usaha bagi pemuda desa?”
Pertanyaan pemantik: Produk apa yang paling dibutuhkan masyarakat sekitar? Teknik apa yang sesuai dengan keterampilan awal? Bagaimana strategi pemasaran digital untuk kerajinan kayu?
Konsep Kerajinan Kayu
Kayu adalah bahan keras alam yang mudah dikerjakan dengan teknik ukir, pahat, bubut, dan sambung. Prinsip dasar: fungsional, estetis, dan berkelanjutan. Kerajinan kayu tidak hanya produk seni, tetapi juga solusi atas masalah lingkungan dan ekonomi.
Bahan dan Alat
Bahan Utama
Kayu Mahoni
Lem kayu
Cat Kayu
Jenis kayu: jati, mahoni, sengon, kelapa, limbah palet.
Alat
Gergaji
Pemotong
Pahat
Cukil
Palu
Kuas
Amplas
BubutContoh Produk & Teknik Unggulan

Vespa mini dari kayu mahoni
Teknik ukir & bubut
Kamera SLR kayu
Potong sambung
Ukiran khas Jawa
Teknik produksi: ukir, pahat, cukil, anyam (rotan/kayu tipis), potong sambung, lukis, bubut, serta teknik sambung purus tanpa paku.
Inspirasi Kreatif
Kayu tidak selalu mahal. Limbah kayu pun bisa jadi produk bernilai tinggi. Kreativitas adalah kuncinya.
Ragam Hias & Kearifan Lokal
Ukiran khas Bali
Motif ukir Jepara, Bali, Toraja, dan Dayak mengandung filosofi keseimbangan alam. Peserta didik dapat memodifikasi motif tradisional ke dalam produk kontemporer seperti gantungan kunci, kotak tisu, atau bingkai cermin.
Deep learning: Kaitkan dengan nilai budaya dan ekonomi. Bagaimana ukiran khas daerahmu bisa naik kelas via digital?
Refleksi & Pendalaman (Deep Learning)
1. Refleksi individu:
- Apa keterampilan baru yang saya pelajari dari proses kerajinan kayu?
- Bagaimana saya bisa mengurangi limbah kayu di lingkungan rumah?
- Nilai-nilai apa yang saya hayati saat mencoba mengukir atau menyambung kayu?
2. Tugas Proyek (Problem Based Learning):
Buatlah satu prototype produk dari kayu limbah (palet, ranting, potongan) yang dapat menyelesaikan masalah di sekolah atau rumah. Sertakan desain, langkah kerja, dan rencana pemasaran sederhana (media sosial). Kumpulkan dalam bentuk portofolio digital.
3. Pertanyaan metakognisi:
“Apakah produk kayu selalu harus halus dan mahal? Bagaimana menentukan target pasar yang tepat?”
Prakarya