KERAJINAN LIMBAH LUNAK
Mei 03, 2020
Limbah atau sampah adalah suatu bahan yang
terbuang atau dibuang dari hasil aktivitas manusia sehari-hari maupun
proses alam yang belum memiliki nilai ekonomis. Setiap manusia setiap hari menghasilkan limbah, sehingga limbah menjadi masalah serius di hampir seluruh dunia terutama di kota-kota besar. Memanfaatkan kembali limbah menjadi sebuah kerajinan agar menjadi barang yang memiliki nilai ekonomis merupakan salah satu cara membantu mengatasi permasalahan limbah.
Prinsip Kerajinan Bahan Limbah Lunak
- Berdasarkan Wujudnya Limbah dilihat dari fisiknya terdiri dari;
- Limbah gas, merupakan jenis limbah yang berbentuk gas. Contoh limbah dalam bentuk gas antara lain: karbon dioksida (CO2), karbon monoksida (CO), HCL, NO2, dan SO2.
- Limbah cair, adalah jenis limbah yang memiliki fisik berupa zat cair. Misalnya air cucian, air hujan, rembesan AC, air sabun, dan minyak goreng buangan.
- Limbah padat, merupakan jenis limbah yang berupa padat. Contohnya kotak kemasan, bungkus jajanan, plastik, botol, kertas, kardus, dan ban bekas.
- Berdasarkan sumbernya limbah bisa berasal dari:
- Limbah pertanian, limbah yang ditimbulkan karena kegiatan pertanian.
- Limbah industri, merupakan limbah yang dihasilkan oleh pembuangan kegiatan industri.
- Limbah pertambangan, limbah yang asalnya dari kegiatan pertambangan.
- Limbah domestik, merupakan limbah yang berasal dari rumah tangga, pasar, restoran dan permukiman-permukiman penduduk yang lain
- Berdasarkan senyawa limbah dibagi lagi menjadi dua jenis sebagai berikut..
- Limbah organik, merupakan limbah yang bisa dengan mudah diuraikan atau mudah membusuk. Limbah organik mengandung unsur karbon. Limbah organik dapat ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya kulit buah dan sayur, kotoran manusia dan kotoran hewan.
- Limbah anorganik, adalah jenis limbah
yang sangat sulit atau bahkan
tidak bisa untuk diuraikan atau tidak bisa membusuk. Limbah anorganik tidak mengandung unsur karbon. Contoh limbah anorganik adalah plastik, beling, dan baja
Jenis dan Karakteristik Bahan Limbah Lunak
- Limbah Lunak Organik Limbah lunak organik lebih banyak berasal dari tumbuh-tumbuhan. Semua bagian dari tumbuhan yang dapat dikategorikan limbah dapat diolah menjadi produk kerajinan. Contohnya daun-daunan, kulit buah, kulit sayuran, batang tumbuhan atau hasil olahan tumbuhan seperti kertas. Limbah lunak organik juga dikatakan limbah basah. Limbah lunak organik yang dapat dijadikan karya kerajinan antara lain kulit jagung, kulit bawang, kulit kacang, kulit buah/bijibijian, jerami, kertas, dan pelepah pisang
- Limbah
lunak anorganik
Limbah ini berasal dari bahan olahan dengan campuran zat kimiawi dan
menghasilkan bahan yang lembut, empuk, lentur dan mudah dibentuk serta
diolah dengan bahan yang sederhana. Semnetara sifat dari limbah lunak
anorgnaik ini relatif sulit terurai, dan mungkin beberapa bisa terurai
tetapi memerlukan waktu yang lama. Limbah lunak anorganik umumnya
berasal dari kegiatan industri, pertambangan, dan domestik dari sampah
rumah tangga, Contohnya plastik kemasan, kotak kemasan, kain perca,
karet sintetis, dan stereofoam. Hampir semua limbah lunak anorganik
dapat dimanfaatkan kembali sebagai produk kerajinan dengan menggunakan
alat yang sederhana
Pengolahan Bahan Limbah Lunak
Prinsip-prinsip ini dikenal dengan nama 3R.- Mengurangi (Reduce) Meminimalisir barang atau material yang kita pergunakan. Semakin banyak kita menggunakan material, semakin banyak sampah yang dihasilkan.
- Menggunakan kembali (Reuse) Memilih barang-barang yang bisa dipakai kembali. Hindari pemakaian barang-barang yang sekali pakai, lalu buang.
- Mendaur ulang (Recycle) Barang-barang yang sudah tidak berguna didaur ulang lagi. Tidak semua barang bisa didaur ulang, tetapi saat ini sudah banyak industri kecil dan industri rumah tangga yang memanfaatkan sampah menjadi barang lain,contohnya untuk bahan kerajinan.
Proses Produksi Kerajinan Bahan Limbah Lunak
![]() |
| Simbol 3R |
- Pemilahan bahan limbah lunak Sebelum didaur ulang, bahan limbah organik harus diseleksi terlebih dahulu untuk menentukan bahan yang masih dapat di pergunakan dan yang sudah seharusnya dibuang. Pemilahan bahan dapat dilakukan secara manual dan di sesuaikan dengan tujuan penggunaan bahan yang telah dirancang.
- Pembersihan limbah lunak Limbah lunak yang sudah terseleksi harus dibersihkan dahulu dari sisa-sisa bahan yang telah dimanfaatkan sebelumnya. Misalnya saja kulit jagung. Kulit jagung harus dipisahkan dari tongkol dan rambutnya. Selanjutnya apakah tongkol dan rambutnya juga akan didaur ulang atau tidak itu tergantung dari perancangan produk oleh si perajin.
- Pengeringan Bahan limbah lunak yang sifatnya basah harus diolah dengan cara dikeringkan di bawah sinar matahari langsung. Tujuanya agar kadar air dapat hilang dan bahan limbah dapat diolah dengan sempurna.
- Pewarnaan bahan limbah lunak Pewarnaan pada bahan limbah lunak yang sudah kering merupakan selera. Jika dalam desain diperlukan bahan limbah yang diberi warna maka bahan limbah perlu diwarnai terlebih dahulu sebelum diproses sebagai produk kerajinan. Proses pewarnaan yang umum dilakukan pada bahan limbah organik basah adalah dengan cara dicelup atau direbus bersama zat warna tekstil agar menyerap. Ada pula yang diwarnai dengan cara divernis/dipolitur, dapat pula dicat menggunakan cat akrilik atau cat minyak.
-
Pengeringan setelah pewarnaanSetelah diberi warna, bahan limbah lunak harus dikeringkan kembali dengan sinar matahari langsung agar warna pada bahan baku dapat kering sempurna tidak mudah luntur.
- Penghalusan bahan agar siap dipakai
Bahan limbah lunak yang sudah kering dapat difinishing agar mudah diproses menjadi karya. Proses finishing juga berbagai macam caranya, seperti diseterika untuk limbah kulit agar tidak kusut, dapat pula digerinda, atau diamplas.
- Adapun syarat-syarat perancangan benda kerajinan sebagai berikut.
- Kegunaan (Utility) Benda kerajinan harus mengutamakan nilai praktis, yaitu dapat digunakan sesuai dengan fungsi dan kebutuhan. Contoh mangkuk untuk wadah sayur.
- Kenyamanan (Comfortable) Benda kerajinan harus menyenangkan dan memberi kenyamanan bagi pemakainya. Contoh cangkir didesain ada pegangannya.
- Keluwesan (Flexibility) Benda kerajinan harus memiliki keserasian antara bentuk dan wujud benda dengan nilai gunanya. Contoh sepatu sesuai dengan anatomi dan ukuran kaki.
- Keamanan (Safety) Benda kerajinan tidak boleh membahayakan pemakainya. Contoh gelas dari batok kelapa harus mempertimbangkan komposisi zat pelapis/pewarna yang dipakai agar tidak berbahaya saat digunakan sebagai wadah minuman.
- Keindahan (Aestetic) Benda yang indah mempunyai daya tarik lebih dibanding benda yang biasa-biasa saja. Keindahan sebuah benda dapat dilihat dari beberapa hal, seperti dari bentuk, hiasan atau ornamen, dan bahan bakunya.
- Limbah kertas dapat dimanfaatkan
dengan berbagai teknik sederhana seperti teknik anyaman, teknik
sobek, teknik lipat, teknik gulung (pilin), bubur, dan masih
banyak teknik lainnya yang dapat ditemukan.

Kerajinan limbah kertas - Kulit jagung dapat dibuat menjadi
berbagai karya seperti bunga, boneka, hiasan pensil, penghias wadah,
bingkai foto, sandal, anyaman untuk keranjang atau tas, dan bentuk
kerajinan lainnya

Bunga tulip dari kulit jagung - Produk kerajinan dari limbah jerami di
antaranya bingkai foto, wadah pensil, aneka hewan, kotak serbaguna,
alas piring dan gelas, vas bunga, juga benda fungsional rumah tangga
lainnya seperti sapu dan sebagainya

Kerajinan limbah jerami - Proses pembuatan kerajinan dari jerami dengan teknik sederhana, pemanasan dilakukan dengan membengkokkan batang dengan lilin bakar
- Produk yang dihasilkan dari pelepah
pisang di ataranya adalah tempat tisu, sandal, vas bunga, sampul
buku, wadah serbaguna, aneka patung dan miniatur, serta furniture.

Kerajinan pelepah pisang - Limbah plastik dapat dibuat menjadi karya kerajinan, dapat dikembangkan dengan berbagai teknik seperti anyaman, jahit, tempel, sambung dan sebagainya.
- Produk limbah plastik yang sudah dibuat antara lain tas, wadah tisu, wadah serbaguna, topi, payung, jas hujan, wadah pensil, taplak, dan masih banyak lagi.
- Limbah kotak kemasan dapat dimanfaatkan dengan berbagai teknik seperti teknik anyaman, teknik tempel, teknik lipat, teknik gulung (pilin), teknik konstruksi dan masih banyak teknik lainnya yang dapat ditemukan.
- Limbah kotak kemasan dapat dimanfaatkan menjadi benda fungsional seperti kotak sepatu untuk bindex, kotak biskuit untuk wadah pensil, dan sebagainya
- Pembuatan kerajinan dari limbah kain perca dapat dilakukan dengan beberapa teknik yaitu dengan ditempel saja, dijahit dengan tangan, dianyam, dan dijahit dengan mesin.
Prakarya
